Temukanlah Pahlawanmu

June 6th, 2007 by indrasaputra

Kita semua perlu mimpi yang besar dalam hidup ini. Suatu karya yang ingin kita wariskan. Bukan agar kita jadi terkenal dan kaya (toh kita akan segera mati dan dilupakan orang, yang kenal kita pun akan segera mati juga), namun agar dalam hidup yang singkat ini mampu menjadi bermanfaat bagi orang lain.

“Kalau cita-cita kita jelas, maka kita akan mudah menemukan pahlawan kita, ‘hero’ kita…,

Hero. Setiap orang memerlukan pahlawan dalam hidupnya. Setiap orang juga bebas memilih pahlawannya. Pahlawan tersebut adalah model ideal seseorang untuk menjadi seperti apa dirinya nanti. Ada yang mengidolakan artis, ustadz, pengusaha, ilmuwan, maupun tetangganya, orang tuanya, gurunya, bahkan tokoh fiksi. Kita berusaha melihat diri kita ada dalam diri pahlawan tersebut, dan sebaliknya sang pahlawan tersebut ada dalam diri kita. Ada yang hero-nya sudah mati, ada yang masih hidup. Ada yang hero nya bertahan lama, ada yang cuma sekejap (seringkali untuk hero yang masih hidup, ada sisi-sisi negatif yang bisa menyebabkan kekecewaan pemujanya, sedangkan untuk hero yang sudah meninggal, kita lebih toleran terhadap sisi-sisi negatif itu). Ada hero yang nyata, ada yang fiksi (saya sendiri pernah mengidolakan Spiderman dan Batman, sedangkan anak sekarang mengidolakan Harry Potter).

Apa yang kita lihat dalam diri hero tersebut? Diri kita sendiri yang kita mimpikan. Dan hero kita itu adalah model pembelajaran bagaimana kita bisa mencapai cita-cita yang kita idamkan itu. Kalau kita punya mimpi menjadi pengusaha real estate yang sukses, mungkin akan kita temukan hero itu (sebagian) ada pada Donald Trump. Kalau kita ini ingin menjadi penemu, maka hero kita mungkin adalah Thomas Alva Edison. Kalau ingin jadi artis terkenal, mungkin heronya -untuk anak remaja sekarang- adalah Peter Pan dan Samsons. Kalau kita ingin buka restoran, hero kita adalah Ray Kroc pendiri Mc Donalds atau Kolonel Sanders pendiri KFC.

Kalau kita tahu apa cita-cita besar kita dalam hidup ini, maka kita akan mudah menemukan hero kita. Sebaliknya, andai kita masih ragu dengan apa cita-cita kita, maka kita bisa lacak cita-cita itu dari hero-hero yang kini kita idolakan. Cita-cita dapat menciptakan hero-hero, sedangkan hero-hero dapat menumbuhkan cita-cita.

Dan masih banyak hero yang lain, KH Ahmad Dahlan yang kabarnya pernah menjual piring hanya untuk membiayai pengajian (dan pengajian itu kemudian menjelma menjadi organisasi Muhammadiyah yang kegiatan amalnya luar biasa). Matsushita yang mendirikan Matsushita Electric (dan kini memiliki pegawai ratusan ribu orang), Edison (yang membuat dunia terang benderang), Gandhi (yang membuktikan dahsyatnya kekuatan keyakinan), Rasulullah Muhammad saw (hero paling utama bagi muslim), Mother Theresa (karena keberanian beliau mengambil penderita TBC dari jalanan Calcutta, di saat orang lain menyingkir jijik), Romo Mangun (yang menggagas sekolah gratis Mangunan, dan membuat jaringan pipa air di daerah kering Gunung Kidul. Sebelumnya saya pernah ‘sangat-sangat’ membenci beliau karena sentimen agama, sampai akhirnya sadar, saya juga harus punya karya sebaik beliau), Hamka (buku sederhana beliau berjudul ‘Tasawuf Modern’, membuka cara pandang saya tentang siapa itu sufi, selain itu betapa beliau saat dihukum penjara justru bisa menghasilkan tafsir Al Azhar yang bagus sekali), dan juga guru-guru saya seperti misalnya almarhum Pak Mudji Rahardjo (yang mengajar kimia dengan cara humoris dan inspiratif). (Oke, Anda bertanya kok nggak ada yang artis? Dengan bangga kami masukkan Vivaldi (yang membina musik anak para pelacur), Iwan Fals (yang berani mengkritik keras lewat lagu), juga Haddad Alwi (yang mempopulerkan kembali shalawat). Akhir-akhir ini tampaknya Dik Doank (dengan sekolah sepakbola gratis Jurank Doank-nya) layak masuk daftar. Masih banyak yang lain kok, nanti daftarnya terlalu panjang.)

Mereka dari latar belakang yang bermacam-macam. Apa sih kesamaan mereka?

Inspiratif! Ya, seseorang (atau sesuatu) menjadi hero kita karena menyulut api inspirasi dalam diri kita. Mereka itu inspiratif. Mereka semua itu diam-diam berkontribusi membentuk diri generasi berikutnya untuk melanjutkan karya bagi umat manusia sepanjang zaman.

Jangan pernah takut bermimpi

June 6th, 2007 by indrasaputra

“Kalau cita-citanya terlalu tinggi, kemudian tidak tercapai, kan jadi frustasi dong….”

Bercita-cita memang menyimpan dilema. Kalau cita-citanya rendah, biasanya pencapaian juga rendah. Kalau cita-cita tinggi, paling tidak hasilnya di tengah-tengah. Kalau cita-cita rendah, lalu hasilnya tinggi, itu namanya beruntung. Sayangnya, kebanyakan diri kita bukanlah orang yang sering beruntung seperti Si Untung, temannya Donald bebek. Kita mungkin lebih mirip si Donald.

Memang citra-cita yang tinggi beresiko mengalami frustasi. Manusia menjadi kecewa bila antara harapan dengan kenyataan ternyata tidak sesuai. Bahkan andaipun kenyataan itu bernilai lebih tinggi dari harapan, tetap bisa mengalami kekecewaan. Ibarat kita di tengah padang pasir yang terik, kemudian kita kehabisan bekal minum, tentulah saat itu sangat mengharapkan untuk mendapatkan air. Jika saat itu pula kita mendapatkan sebuah batu permata yang bernilai sangat tinggi, tentulah kita tetap akan kecewa karena temuan itu tidak sesuai dengan harapan saat itu. Batu permata itu tak berguna juga akhirnya andai kita mati kehausan. Jadi setiap harapan, cita-cita, menyimpan potensi kekecewaan. Kalau begitu, apakah sebaiknya kita mengurangi cita-cita kita agar tak jadi kecewa?

Tentu saja jawabnya adalah sebuah ‘jalan tengah’. Kita wajib bercita-cita setinggi langit (hei, siapa tahu cita-cita tersebut tercapai, seperti yang dialami John Goddard yang meraih 109 dari banyak cita-citanya), dan di sisi lain kita juga mengembangkan kiat bersiap menghadapi kemungkinan kegagalan meraih cita-cita itu.

Beginilah kiatnya : jadikan sebuah cita-cita mempunyai multi tujuan.

Maksudnya adalah, setiap kali kita mempunyai cita-cita, maka kita menempelkan terhadapnya beberapa alasan sekaligus kenapa kita menginginkannya. Misalnya, seorang anak SMA yang ingin ikut ujian masuk perguruan tinggi untuk masuk jurusan Teknik Elektro ITB misalnya, tentu akan menjadi kecewa bila ternyata dia gagal meraihnya. Sering terjadi karena gagal seleksi masuk tersebut, seorang anak SMA menjadi sedih luar biasa, bahkan menjadi frustasi dengan hidupnya. Kiat yang harus dilakukan oleh anak tersebut (termasuk oleh orang tua dan gurunya) adalah memberikan alasan yang lebih banyak kenapa anak tersebut ikut ujian seleksi masuk perguruan tinggi.

Misalnya, tujuan ikut ujian seleksi masuk adalah :
Ingin kuliah di Teknik Elektro ITB, agar masa depan menjadi cerah.

Kenyataan : gagal! Maka ia gagal 100%.

Lalu kita ubah dengan kiat multi tujuan, sehingga ikut seleksi masuk memiliki tujuan sebagai berikut :
Ingin kuliah di Teknik Elektro ITB, agar masa depan menjadi cerah.
Berusaha untuk mengusahakan masa depan yang lebih baik adalah ibadah.
Belajar keras juga akan menyenangkan hati orang tua, karena menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dan menghargai dorongan orang tua selama ini. Ini juga ibadah.
Ingin tahu sejauh mana kemampuan diri, dengan menguji diri melalui seleksi masuk perguruan tinggi.
Menikmati permainan, tampaknya ujian ini seperti permainan dimana selain kemampuan juga dituntut strategi. Ini sangat menantang dan mengasyikkan.
Bisa belajar bareng teman-teman, dan terutama menjadi lebih dekat dengan ‘si doi’, teman yang selam ini ditaksir diam-diam.

Misalnya seperti itu, jadi daripada hanya 1 alasan kini menjadi 6 alasan. Nah, bila alasan pertama yaitu masuk Teknik Elektro ternyata gagal, maka masih banyak yang bisa dicapai, yaitu pahala ibadah, restu orang tua, tahu posisi kemampuan diri, sudah ikut menikmati permainan, juga jadi punya pacar (karena ternyata ‘si doi’ gagal juga, senasib!). Nah, artinya hanya gagal 1 dari 6 tujuan, alias hanya gagal 17%.

Nah, itu baru namanya cerdas!

Jadi kalau Anda punya cita-cita yang tinggi (rumah yang bagus, karir yang oke, naik haji, dsb) ingat-ingatlah untuk menambahkan sebanyak mungkin alasan kenapa kita ingin mencapainya. Sehingga walau cita-citanya tinggi namun anti kena depresi, jadi kita selalu bisa gembira!

“….. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS: 2 - Al Baqarah : 216)

28 Tips keSuksesan Diri

October 10th, 2006 by indrasaputra
  1. Kamu adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna. Percayalah akan potensi tak berbatas dalam diri Kamu dalam menuju langkah pertama menuju kebesaran.

  2. Apapun bakat unik Kamu, Kamu harus memutuskan untuk menemukan, menggunakan dan membagikannya.

  3. Apa yang kamu kerahkan akan bertambah, apa yang kamu bagikan akan berlipat ganda, apa yang tersembunyi akan kelihatan dan apa yang kamu bawa waktu lahir harus dinyatakan, digunakan dan dikembangkan.

  4. Siapapun yang dapat sukses jika cukup banyak pintu terbuka, semua yang dituntut merupakan kunci dan itu semua sudah ada jauh di dalam diri kamu.

  5. Pengetahuan bukan suatu yang bahaya. Ketidaktahuan bukan kebahagiaan. Berani mengeksplorasi kuasa-kuasa pikiran kamu.

  6. Jika kamu tidak mengerti atau menerima diri sendiri, bagaimana kamu dapat mengharapkan orang lain mengerti atau menerima kamu.

  7. Masa lalu tidak bisa sama dengan masa depan kamu kecuali kamu memilih untuk membiarkan itu terjadi dengan terus menghidupkannya.

  8. Jika kamu tidak membuat kesalahan, kamu tidak akan berkembang. Belajarlah dan terus bergerak maju. Sikap kamu lebih penting daripada intelijensi atau fakta

  9. Kamu dapat melakukannya bila kamu percaya kamu bisa, hanya dengan demikianlah kamu dapat melihat bahwa kamu benar.

  10. Keluar dari krisis ada peluang yang harus ditemukan, Bagaimana kamu bereaksi terhadap perubahan yang diciptakan oleh kemalangan akan menentukan sukses atau gagal.

  11. Pandanglah setiap rintangan sebagai bagian pembayaran menuju sukses kamu. Gunakan itu untuk memperkuat kamu bukan melemahkan kamu.

  12. Gunakan lebih banyak waktu untuk daftar kehidupan daripada daftar belanja. Kamu tidak dapat disimpangkan dari apa yang kamu inginkan bila kamu terpikat dengan apa yang kamu lakukan.

  13. Jika motif seseorang salah, tak satupun dapat menjadi benar. Apa yang berani kamu lakukan jika kamu tahu itu tidak mungkin gagal.

  14. Keinginan kamu untuk menjadi, melakukan dan memiliki adalah obat paling ampuh di dunia.

  15. Semua pencapaian besar adalah hasil dari suatu rangkaian yang terdiri dari banyak pencapain kecil.

  16. Ada

    gerakan maju atau mundur ke belakang-dunia tidak diam berdiri bagi setiap individu. Segala sesuatu berarti tidak ada yang netral.

  17. Semakin banyak andil kamu, semakin banyak yang kamu miliki. Bagilah apa yang baik dalam diri kamu dan perhatikan itu sampai menjadi berlipat ganda, tahan apa yang buruk dan perhatikan sampai hal itu berkurang.

  18. Saya merasa bahagia! Saya merasa sehat! Saya merasa hebat!

  19. Bila kamu berupaya untuk mengerti seseorang, pandanglah dunia lewat lensa mereka, bukan lensa kamu.

  20. Upayakan dunia batin kamu untuk memperkuat dunia luar kamu.

  21. Investasikan 1% dari waktu kamu setiap hari untuk diri kamu dan 99% lain akan menarik manfaat.

  22. Sejauh mana kegigihan kamu sebanding dengan kepercayaan yang kamu miliki dalam diri kamu. Percaya, gigih, memperoleh.

  23. Bila roda kehidupan keluar lingkaran, perjalanan menjadi sukar. Gunakan keseimbangan untuk sampai ke tempat yang hendak kamu tuju dengan kebulatan tekad.

  24. Dalam mengenali diri sendiri sehubungan siapa kamu, kamu menyadari bahwa ‘lingkungan’ tidak akan pernah mengkondisikan kamu kembali, tapi kamu akan selalu mengkondisikan lingkungan kamu.

  25. Segera setelah kamu mengerti fakta kamu dapat bangkit, kamu akan bangkit.

  26. Selalu lihatlah diri kamu sebagai pribadi yang benar-benar kamu inginkan. Hentikan kebiasaan melihat diri sebagai orang yang tidak dapat mencapai sesuatu yang spektakuler. Jangan berandai-andai. Lakukan sesuatu.

  27. Gangguan tidak dapat masuk ke jalan kamu, itu hanya akan membujuk kamu untuk masuk ke jalannya.

  28. Selalu berupayalah untuk memperbaiki diri dan dunia yang kamu inginkan akan menyusul dengan cepat. Mulailah sekarang menerima tantangan kehidupan

ada Puisi Keren nih…. :-)

October 3rd, 2006 by indrasaputra

Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, 

tetapi tidak dicintai olehnya.

tetapi lebih menyakitkan untuk mencintai

dan tidak pernah menemukan keberanian

untuk memberitahu apa yang kamu rasakan.

 

 Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang

 satu jam untuk menyukai seseorang ,

 satu hari untuk mencintai seseorang ,

 tetapi membutuhkan seumur hidup

untuk melupakan seseorang

 

Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu

dengan orang yang tidak tepat sebelum bertemu.

Jadi ketika akhirnya bertemu dengan orang yang tepat

kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut.

 

Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan ,

 kesabaran dan romantis dalam suatu hubungan

dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah

ketika kamu bertemu seseorang

yang sangat berarti bagimu

 

Permulaan cinta adalah

dengan membiarkan orang yang kita cintai

menjadi dirinya sendiri

dan tidak membentuk mereka

menjadi sesuai keinginan kita.

Dengan kata lain kita mencintai bayangan kita

yang ada pada diri mereka

Orang yang  bahagia tidak perlu

memiliki yang terbaik dari segala hal.

Mereka hanya membuat segala hal

yang datang dalam hidup mereka.

 

 

 

 

Hawa diciptakan dari rusuk Adam

bukan dari kakinya untuk diinjak-injak

tapi dekat dengan hati untuk dicintai

dan dekat dengan lengan untuk dilindungi

 

Cinta adalah ketika kita mampu bahagia

Saat melihat orang yang kita Cintai hidup bahagia sekalipun itu bukanlah bersama kita.

 

Perbedaan antara cinta dan benci tidaklah melebihi tebal kulit ari manusia.

 

“Cintailah seseorang APA ADANYA, jangan mencintai seseorang karena ADA APANYA

 

“Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang ditunjukkan dengan perbuatan, satu rasa yang muncul dalam hati namun kita tak pernah mengerti kenapa kita harus mencintai. Cinta yang tulus mencintai tanpa mengharapkan balasan dan tanpa memiliki keinginan untuk harus memiliki DIA”

 

Apabila cinta memanggilmu,

Ikutilah dia,

Walau jalannya terjal berliku-liku.

Dan apabila sayapnya merangkummu,

Pasrah & menyerahlah kepadanya

Walau pedang yang tersembunyi

Di sayap itu melukaimu.

Dan jika dia bicara kepadamu,

PERCAYALAH,walau ucapannya

Membuyarkan mimpimu,

Bagai angin utara mengobarak-abrik pertamanan

 

Laki-laki yang tidak memaafkan wanita

untuk kesalahan kecilnya,

Tak akan dapat menikmati

besar kebaiknnya

Cinta adalah cahaya gaib yang

Dipancarkan dari inti yang membakar

Jiwa & menyinari sekeliling bumi.

Sehingga memungkinkan kami

merasa hidup laksana mimpi indah diantara

keterjagaan yang satu dengan yang lain.

 

Jurang pemisah ini disebabkan oleh

Sesuatu yang tidak beres dalam diriku.

Kalau yang salah itu dibereskan,

Aku amat dekat dengan semua orang

Dan mungkin akan mencintai

Mereka dengan cinta yang baru

 

Keindahan sejati terletak pada

keserasian spiritual yang diberi nama cinta.

Yang dapat bersarang diantara

seorang lelaki dan seorang wanita.

 

 Tak ada yang lebih indah daripada

Hari-hari yang dihiasi cinta

Tak ada yang lebih menyakitkan

Daripada malam-malam yang penuh

Ketakutan,karena ditinggal cinta.

 

Kebahagiaan seorang wanita tidak dapat ditemukan

Dalam kekayaan seorang laki laki atau

dalam kepatuhan wanita kepadanya,

dan juga bukan didalam kebaikan hatinya.

Kebahagiaan wanita terhadap lelaki,

cinta yang mencurahkan semua

Perasaannya ke dalam hati lelaki,

yang membuat mereka menjadi

satu cabang dari pohon kehidupan,

satu kata dalam bibir TUHAN

 

 Jiwaku memperingatkanku tentang

Keraguan yang sedang melanda hatimu

 Keraguan didalam cinta adalah dosa

 

 

 

Aku mencintai hujan salju persis

Seperti aku mencintai badai,

Akau akan keluar,

Sekarang juga akan berjalan

memasuki badai putih itu.

Tapi aku tidak akan berjalan sendirian.

 

Cinta senantiasa malu terhadap

Kecantikan,namun kecantikan akan

Selalu diburu cinta.

Dan pernahkah cinta menentang Benci

dengan kekuatan yang lebih hebat dari

 cinta itu sendiri.

 

Cinta bukanlah kelemahlembutan

atau kemurahan hati,

atau apa saja dari kebaikan2

yang diberikan atau tidak diberikan

dengan panjang lebar.

Cinta adalah membagi,memahami,

memberikan kebebasan,

menjawab panggilan dan,

Cinta adalah Kehidupan.

 

Kusadari semua yang pernah terjadi,

Bahwa hambatan untuk berdekatan

Denganmu muncul dari kekerdilan dan

ketakutan dalam diriku

 

 

Belajar Ilmu Komputer 1

August 7th, 2006 by indrasaputra

Di berbagai milis ttg komputer dan TI (teknologi informasi), banyak tanyaan ditujukan kpd
para jawara atau pakar IT. Jadi kalau kita bukan atau tak ahli, apalagi
masih belajar, jangan berikan solusi; jangan coba beri jawaban atau
saran, bila kita tak tahu persis, jawaban pertanyaan atau jalan keluar
soal dihadapi [tak tahu apakah jawaban tsb benar atau salah, atau tak
bisa memprediksi apa akan terjadi]. Krn itu justeru bisa menyesatkan dan
atau merugikan org, disamping pemberi solusi bisa kena semprot kalau
ternyata gagal.

Alasannya a.l. begini:

1. Ilmu komputer dan informatika bukan ilmu kira-kira, coba-coba, atau
tebak-tebak, apalagi pakai rasa-rasa.

2. Ilmu komputer dilandasi oleh logika, matematika, fisika, elektronika,
komunikasi, dan disiplin ilmu terkait lainnya.

3. Komputer bekerja dgn suatu aturan telah diprogramkan oleh para ahli,
baik yang ditanamkan dlm bentuk H/W (hardware, perangkatkeras) dan F/W
(firmware, perangkatpabrik), maupun yang dimuat kemudian dlm bentuk S/W
(software, perangkatlunak), mencakup program O/S (operating system),
utilitas, dan aplikasi.

4. Jika komputer tak bekerja sebagaimana mestinya [sesuai dgn program],
maka berarti ada satu instruksi tak dpt dieksekusi atau dilaksanakan.

5. Penyebab gagal komputer tsb bisa bersumber dari dlm atau krn faktor
internal [H/W, F/W, S/W] atau bisa juga bersumber dari luar atau krn
faktor eksternal [operasional, peguna; lingkungan, alam, makhluk].

Tugas seorg troubleshooter (pelacak-masalah) dan problem-solver
(penyelesai-persoalan) adalah menemukan sumber gagal tsb, dgn cara
benar. Utk itu, ia hrs tahu, mengerti, dan memahami betul cara kerja
komputer dari A s/d Z. Tanpa pengetahuan demikian, mustahil ia bisa
merunut dan mengurut dimana terjadi titik henti atau pusat gagal itu
berada.

Banyak masalah termasuk mudah, bila komputer memberikan pesan tertulis
di layar. Dlm kasus lain, komputer tak memberikan pesan dan bahkan
indikasi atau gejala apa pun. Bila kita dpt pesan eror, kita sdh dibantu
oleh sistem pakar direkam dlm komputer tsb, dan tugas kita sdh maju
selangkah dan jadi lbh mudah, dan tinggal:

mencari tahu:

1. apa arti pesan tsb.
2. dari mana pesan tsb berasal.
3. mengapa pesan tsb muncul.

Jika kita tahu butir 1 s/d 3 diatas, maka kita akan tahu:

1. apa masalah di komputer.
2. dimana sumber masalah.
3. bagaimana menangani masalah tsb.

Ini cara berpikir sistematik [sesuai tatanan], berdasarkan pada standard
operation procedure (tahapan andaran baku).

Dlm banyak kasus, dgn cara ini, masalah bisa dituntaskan secara tepat
dlm waktu singkat. Tapi jika setelah cara sistematik ini diterapkan, dan
ternyata tak bisa ditemukan solusi efisien dan efektiv, maka harus
ditempuh cara berpikir kreativ, dan hampir bisa dipastikan bahwa hampir
100 persen soal bisa diselesaikan. Tapi tak semua org memiliki kemampuan
berpikir kreativ jitu, krn tak banyak org mau mengembangkan, padahal
pada inti semua org memilikinya.

Jangankan berpikir kreativ, bahkan berpikir sistematik saja tak banyak
org bisa melakukan dgn baik. Krn malas belajar, mencari tahu, berlatih
dan mendisiplin diri. Padahal cara berpikir sistematik bisa dikuasai
oleh rata-rata atau kebanyakan org, ketimbang cara berpikir kreativ yang
umumnya hanya bisa dimiliki oleh segelintir org cerdas dan kreativ.

Gabungan cara berpikir sistematik dan cara berpikir kreativ menghasilkan
cara berpikir intuitiv, yang dibangun oleh pengetahuan dan pengalaman
[jam terbang.] Para org supracerdas berpikir secara intuitiv, sehingga
mrk bisa memberikan solusi tepat dan cepat dlm waktu singkat. Org
kreativ dan intuitiv mampu melakukan berbagai breakthrough (terobosan)
dan shortcut (pintasan), seperti misal, bagaimana melumpuhkan berbagai
virus komputer tanpa sama-sekali menggunakan anti-virus, dgn cara
sederhana, cepat dlm waktu singkat.

__________________________________________________
[inset] kesimpulan cara berpikir:

sistematik
kreativ
Intuitiv
__________________________________________________

Nah, kalau kita mau dpt menyelesaikan persoalan TI secara tepat, cepat,
dan singkat, maka mulailah melatih diri berpikir dgn benar. Dan cara
berpikir lurus dan benar itu diajarkan dlm logics (logika) [Yunani] atau
manthiq (mantik) [Arab]; ilmu dasar cara kerja semua komputer.

Logika hanya dpt dimengerti dan dipahami dgn ratio (rasio, pikiran),
tapi tak dgn emotion (emosi, perasaan). Jadi utk dpt menggunakan logika
secara efektiv 100 persen, kita utk sementara harus menaruh emosi kita
dlm laci dan kunci, krn ia tak diperlukan dlm upaya menemukan solusi.
Nanti kalau sdh selesai berpikir logik, dan kita mau berdo`a kepada
Tuhan, ambil emosi kita dari laci, dan sebagai gantinya taruh rasio
disana, krn ia akan mengganggu komunikasi kita dgn Tuhan, shg dgn
demikian kita bisa menangis memohon pertolongan dan bantuan kepada Tuhan
sejadijadinya.

Dlm otak kita, rasio itu bersarang di belahan-kiri otak, dan emosi di
belahan-kanan otak. Hubungan bilateral antara keduanya memberikan
manusia cara berpikir sempurna didasarkan pd pertimbangan rasio dan
emosi, atau kiri dan kanan. Lalu kapan kita harus berpikir rasional
sekaligus emosional? Yaitu ketika kita melakukan komunikasi
interpersonal dgn org lain. Jadi kita harus bisa mengendalikan rasio dan
emosi, dan menggunakannya pada tempatnya. Bila tidak, kita nanti bisa
marah-marah dan maki-maki kpd komputer, padahal ia cuma mesin, atau kita
menangis dan putus-asa lantaran komputer kita ngadat. Sebaliknya, kita
bisa kurangajar terhadap Tuhan, alias tak punya etika. Atau kita
melanggar norma dlm pergaulan sosial di masyarakat.

__________________________________________________
[inset]
kesimpulan fungsi otak dlm berpikir dan merasa:

otak belahan-kiri: rasio > logika
otak belahan-kanan: emosi > etika
otak kiri + kanan:
rasio + emosi > logika + etika > norma
__________________________________________________

Cara berpikir sistematik, berpikir sesuai tatanan atau menurut sistem.
Langkah demi langkah mengikuti suatu flowchart (bagan alir), dimana pada
bbrp titik tertentu ada bbrp pilihan kondisional: if … then . . .(jika
… maka …)

Meski cara sistematik tak menjamin bahwa kita bisa selesaikan semua
soal, krn ada cara terobosan dan pintasan menggunakan cara kreativ dan
intuitiv, tapi itu langkah prosedur standar hrs ditempuh, terutama bila
kita bukan seorg kreativ dan intuitiv, atau hanya org biasa.

Kenapa semua ini dipaparkan disini? Kenapa tak dikasihtahu langsung saja
bagaimana mengatasi masalah? Koq jadi mutar sana-sini atau berbelit.
Apakah bukan malah bikin bingung? [lihat ILMU KOMPUTER | BELAJAR TI #1.]

Tapi kalau kita satu hari mau jadi seorg ahli komputer hebat, atau
troubleshooter dan problem-solver kawakan, atau ingin bisa mengatasi
banyak hal terjadi terhadap komputer kita sendiri, tanpa telalu banyak
bergantung kpd org lain, maka cara berpikir dan bertindak sebagaimana
telah diuraikan diatas harus dikuasai sebaik mungkin, dan kita takan
pernah menyesal di kemudian hari, bahkan malah bersyukur krn memiliki
sesuatu sangat bernilai dan berharga. Bolehjadi suatu hari kita jadi
seorg computer system advisor (penasehat sistem komputer) atau konsultan
ahli di bidang TI.

Dari milis newbie-hacker@yahoogroups.com