Belajar Ilmu Komputer 1

Di berbagai milis ttg komputer dan TI (teknologi informasi), banyak tanyaan ditujukan kpd
para jawara atau pakar IT. Jadi kalau kita bukan atau tak ahli, apalagi
masih belajar, jangan berikan solusi; jangan coba beri jawaban atau
saran, bila kita tak tahu persis, jawaban pertanyaan atau jalan keluar
soal dihadapi [tak tahu apakah jawaban tsb benar atau salah, atau tak
bisa memprediksi apa akan terjadi]. Krn itu justeru bisa menyesatkan dan
atau merugikan org, disamping pemberi solusi bisa kena semprot kalau
ternyata gagal.

Alasannya a.l. begini:

1. Ilmu komputer dan informatika bukan ilmu kira-kira, coba-coba, atau
tebak-tebak, apalagi pakai rasa-rasa.

2. Ilmu komputer dilandasi oleh logika, matematika, fisika, elektronika,
komunikasi, dan disiplin ilmu terkait lainnya.

3. Komputer bekerja dgn suatu aturan telah diprogramkan oleh para ahli,
baik yang ditanamkan dlm bentuk H/W (hardware, perangkatkeras) dan F/W
(firmware, perangkatpabrik), maupun yang dimuat kemudian dlm bentuk S/W
(software, perangkatlunak), mencakup program O/S (operating system),
utilitas, dan aplikasi.

4. Jika komputer tak bekerja sebagaimana mestinya [sesuai dgn program],
maka berarti ada satu instruksi tak dpt dieksekusi atau dilaksanakan.

5. Penyebab gagal komputer tsb bisa bersumber dari dlm atau krn faktor
internal [H/W, F/W, S/W] atau bisa juga bersumber dari luar atau krn
faktor eksternal [operasional, peguna; lingkungan, alam, makhluk].

Tugas seorg troubleshooter (pelacak-masalah) dan problem-solver
(penyelesai-persoalan) adalah menemukan sumber gagal tsb, dgn cara
benar. Utk itu, ia hrs tahu, mengerti, dan memahami betul cara kerja
komputer dari A s/d Z. Tanpa pengetahuan demikian, mustahil ia bisa
merunut dan mengurut dimana terjadi titik henti atau pusat gagal itu
berada.

Banyak masalah termasuk mudah, bila komputer memberikan pesan tertulis
di layar. Dlm kasus lain, komputer tak memberikan pesan dan bahkan
indikasi atau gejala apa pun. Bila kita dpt pesan eror, kita sdh dibantu
oleh sistem pakar direkam dlm komputer tsb, dan tugas kita sdh maju
selangkah dan jadi lbh mudah, dan tinggal:

mencari tahu:

1. apa arti pesan tsb.
2. dari mana pesan tsb berasal.
3. mengapa pesan tsb muncul.

Jika kita tahu butir 1 s/d 3 diatas, maka kita akan tahu:

1. apa masalah di komputer.
2. dimana sumber masalah.
3. bagaimana menangani masalah tsb.

Ini cara berpikir sistematik [sesuai tatanan], berdasarkan pada standard
operation procedure (tahapan andaran baku).

Dlm banyak kasus, dgn cara ini, masalah bisa dituntaskan secara tepat
dlm waktu singkat. Tapi jika setelah cara sistematik ini diterapkan, dan
ternyata tak bisa ditemukan solusi efisien dan efektiv, maka harus
ditempuh cara berpikir kreativ, dan hampir bisa dipastikan bahwa hampir
100 persen soal bisa diselesaikan. Tapi tak semua org memiliki kemampuan
berpikir kreativ jitu, krn tak banyak org mau mengembangkan, padahal
pada inti semua org memilikinya.

Jangankan berpikir kreativ, bahkan berpikir sistematik saja tak banyak
org bisa melakukan dgn baik. Krn malas belajar, mencari tahu, berlatih
dan mendisiplin diri. Padahal cara berpikir sistematik bisa dikuasai
oleh rata-rata atau kebanyakan org, ketimbang cara berpikir kreativ yang
umumnya hanya bisa dimiliki oleh segelintir org cerdas dan kreativ.

Gabungan cara berpikir sistematik dan cara berpikir kreativ menghasilkan
cara berpikir intuitiv, yang dibangun oleh pengetahuan dan pengalaman
[jam terbang.] Para org supracerdas berpikir secara intuitiv, sehingga
mrk bisa memberikan solusi tepat dan cepat dlm waktu singkat. Org
kreativ dan intuitiv mampu melakukan berbagai breakthrough (terobosan)
dan shortcut (pintasan), seperti misal, bagaimana melumpuhkan berbagai
virus komputer tanpa sama-sekali menggunakan anti-virus, dgn cara
sederhana, cepat dlm waktu singkat.

__________________________________________________
[inset] kesimpulan cara berpikir:

sistematik
kreativ
Intuitiv
__________________________________________________

Nah, kalau kita mau dpt menyelesaikan persoalan TI secara tepat, cepat,
dan singkat, maka mulailah melatih diri berpikir dgn benar. Dan cara
berpikir lurus dan benar itu diajarkan dlm logics (logika) [Yunani] atau
manthiq (mantik) [Arab]; ilmu dasar cara kerja semua komputer.

Logika hanya dpt dimengerti dan dipahami dgn ratio (rasio, pikiran),
tapi tak dgn emotion (emosi, perasaan). Jadi utk dpt menggunakan logika
secara efektiv 100 persen, kita utk sementara harus menaruh emosi kita
dlm laci dan kunci, krn ia tak diperlukan dlm upaya menemukan solusi.
Nanti kalau sdh selesai berpikir logik, dan kita mau berdo`a kepada
Tuhan, ambil emosi kita dari laci, dan sebagai gantinya taruh rasio
disana, krn ia akan mengganggu komunikasi kita dgn Tuhan, shg dgn
demikian kita bisa menangis memohon pertolongan dan bantuan kepada Tuhan
sejadijadinya.

Dlm otak kita, rasio itu bersarang di belahan-kiri otak, dan emosi di
belahan-kanan otak. Hubungan bilateral antara keduanya memberikan
manusia cara berpikir sempurna didasarkan pd pertimbangan rasio dan
emosi, atau kiri dan kanan. Lalu kapan kita harus berpikir rasional
sekaligus emosional? Yaitu ketika kita melakukan komunikasi
interpersonal dgn org lain. Jadi kita harus bisa mengendalikan rasio dan
emosi, dan menggunakannya pada tempatnya. Bila tidak, kita nanti bisa
marah-marah dan maki-maki kpd komputer, padahal ia cuma mesin, atau kita
menangis dan putus-asa lantaran komputer kita ngadat. Sebaliknya, kita
bisa kurangajar terhadap Tuhan, alias tak punya etika. Atau kita
melanggar norma dlm pergaulan sosial di masyarakat.

__________________________________________________
[inset]
kesimpulan fungsi otak dlm berpikir dan merasa:

otak belahan-kiri: rasio > logika
otak belahan-kanan: emosi > etika
otak kiri + kanan:
rasio + emosi > logika + etika > norma
__________________________________________________

Cara berpikir sistematik, berpikir sesuai tatanan atau menurut sistem.
Langkah demi langkah mengikuti suatu flowchart (bagan alir), dimana pada
bbrp titik tertentu ada bbrp pilihan kondisional: if … then . . .(jika
… maka …)

Meski cara sistematik tak menjamin bahwa kita bisa selesaikan semua
soal, krn ada cara terobosan dan pintasan menggunakan cara kreativ dan
intuitiv, tapi itu langkah prosedur standar hrs ditempuh, terutama bila
kita bukan seorg kreativ dan intuitiv, atau hanya org biasa.

Kenapa semua ini dipaparkan disini? Kenapa tak dikasihtahu langsung saja
bagaimana mengatasi masalah? Koq jadi mutar sana-sini atau berbelit.
Apakah bukan malah bikin bingung? [lihat ILMU KOMPUTER | BELAJAR TI #1.]

Tapi kalau kita satu hari mau jadi seorg ahli komputer hebat, atau
troubleshooter dan problem-solver kawakan, atau ingin bisa mengatasi
banyak hal terjadi terhadap komputer kita sendiri, tanpa telalu banyak
bergantung kpd org lain, maka cara berpikir dan bertindak sebagaimana
telah diuraikan diatas harus dikuasai sebaik mungkin, dan kita takan
pernah menyesal di kemudian hari, bahkan malah bersyukur krn memiliki
sesuatu sangat bernilai dan berharga. Bolehjadi suatu hari kita jadi
seorg computer system advisor (penasehat sistem komputer) atau konsultan
ahli di bidang TI.

Dari milis newbie-hacker@yahoogroups.com

Leave a Reply